Detail Berita

Sejarah

                  Desa Gading didirikan kurang lebih pada tahun 1778 yakni oleh pendatang – pendatang dari Mataram (Jawa Tengah), Madura dan Bangil (Jawa Timur). Pendatang - pendatang itu itu telah membuka hutan di daerah yang baru tersebut secara bersama – sama. Dan tidak mengetahui apa nama dari  daerah yang baru mereka kerjakan tersebut.

                  Pekerjaan membuka hutan tersebut. Memakan waktu yang lama sekali, yakni dari hari kehari, dari bulan ke bulan dengan tiada mengenal rasa lelah. Dan pada suatu ketika perbekalan mereka telah habis sebelum pekerjaannya selesai, teatapi mereka tidak putus asa dan pekerjaan tetap dilanjutkan. Dan sebagai pengganti bahan makanan mereka dalam melanjutkan pekerjaan tersebut. Mereka cukup makan buah – buahan yang ada dalam daerah tersebut. Tetapi sayang sekali sebab buah – buahan yang ada dalam daerah tersebut, tidak begitu banyak. Sedangkan yang ada dan jumlahnya banyak adalah pohon buah LO dan pohon buah PACE. Oleh karena tidak mempunyai pilihan lain, maka dengan terpaksa mereka makan kedua buah tersebut untuk menahan rasa lapar selama proses pembukaan hutan.

             Dan sebagai tanda/peringatan/kenang – kenangan atas kejadian tersebut, maka pada akhirnya daerah yang telah di selesaikan tersebut dinamakan Desa LOPACE.

 

PERGANTIAN NAMA

            Pada waktu masa pimpinan kepala Desa dipegang oleh Bapak Laiman / Bapak Wongso, di desa lopace diadakan kelangsiran / pengukuran tanah yang pertama kali. Pada suatu hari para petugas merasa penat dan kecapek’an. Untuk melepas penat dan kelelahan mereka beristirahat di bawah dua pohon besar, dimana pohon yang satu berwarna kuning dan pohon yang satunya dipenuhi bunga berwarna putih. Timbul pertanyaan sejumlah petugas untuk menanyakan apakah nama pohon tersebut kepada orang – orang yang tinggal di daerah sekitarnya. Pohon tersebut bernama Pohon GADING. Atas usulan para petugas kelangsiran tanah dan orang – orang lain yang ikut serta dalam event kelangsiran tersebut. Maka oleh pimpinan desa, yang semula bernama Desa LOPACE di ganti dengan Desa GADING pada saat itu juga.

            Untuk memudahkan pelaksanaan kelangsiran / pengukuran tanah tersebut. Desa Gading di bagi menjadi 13 BLOK kelangsiran, dimana nama – nama blok tersebut di kenal sampai saat ini. Blok tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Blok Wangkit
  2. Blok Ringin
  3. Blok Kelapa
  4. Blok Sawo
  5. Blok Poh
  6. Blok Randu
  7. Blok Bendo
  8. Blok Belong
  9. Blok Winong
  10. Blok Lopatje
  11. Blok Kiriman
  12. Blok Djarak
  13. Blok Gempol

Dimana nama – nama Blok tersebut telah disesuaikan dengan nama tempat / pohon yang besar dan yang lebih mudah di kenal masyarakat.

Berita Terkait